Penyerahan Piagam dan Piala untuk Siswa Berprestasi

Setiap Siswa yang memperoleh Juara dalam Lomba Akademik dan Non Akademik, Piagam dan Piala akan Diberikan saat Upacara.

Bulan Bahasa Jadi Ajang Membaca secara Bersama-sama

Semua guru dan siswa secara bersama-sama memperingati bulan bahasa dengan membaca buku.

Perpustakaan Sebagai Pusat Sumber Belajar

Perpustakaan Sekolah Sebagai Pusat Sumber Belajar Dimanfaatkan oleh Guru dan Siswa Secara Maksimal.

Ruang Kelas Nyaman dan Representatif

Ruang kelas nyaman dengan halaman dan taman kelas yang rindang membuat betah di sekolah.

Guru Mengajak Siswa untuk Gemar Membaca

Guru Kelas Mengajak Siswa Untuk Gemar Membaca Buku-buku yang ada di Perpustakaan

Siswa Belajar Di Luar Kelas Memanfaatkan Taman dan Gazebo

Siswa memanfaatkan taman yang rindang dan gazebo untuk berdiskusi bersama teman

Showing posts with label Program Adiwiyata. Show all posts
Showing posts with label Program Adiwiyata. Show all posts

Tuesday, January 29, 2019

“Daur Ulang Sampah” Jadi Jingle Lagu Sekolah Adiwiyata SD Negeri Karanganyar 1

Sebagai salah satu sekolah adiwiyata di Kabupaten Demak, SD Negeri Karanganyar 1 terus berbenah menata diri. Semua dilakukan untuk mewujudkan program sekolah peduli dan berbudaya lingkungan. Tentu hal ini merupakan bagian dari tujuan sekolah yang tersirat pada visi dan misi SD Negeri Karanganyar 1.

Salah satu usaha untuk mewujudkan program  pendidikan peduli dan berbudaya lingkungan, SD Negeri Karanganyar 1 menciptkaan sebuah jingle lagu yang menjadi pengingat dan penyemangat kepada semua warga sekolah akan pentingnya menjaga lingkungan di sekolah.

Jingle lagu sekolah adiwiyata SD Negeri Karanganyar 1 diciptakan oleh Jumiatun, S.Pd., M.Si., Kepala SD Negeri Karanganyar 1. Mengusung tema sampah menyebabkan bermacam-macam masalah, Jumiatun, S.Pd., M.Si mantap menentukan “Daur Ulang Sampah” sebagai judul jingle lagu sekolah adiwiyata SD Negeri Karanganyar 1.

"Ini adalah komitmen kami untuk mewujudkan program pendidikan peduli dan berbudaya lingkungan di SD Negeri Karanganyar 1. Kita tahu kan, sampah sudah menjadi masalah di bumi tercinta ini. Saya harap melalui jingle lagu ini, kita semua bisa sadar tentang bahaya sampah dan bisa mengelola sampah dengan baik", Ungkapnya saat memberikan sambutan pada upacara bendera hari senin yang lalu.

Jingle lagu ini menjadi salah satu menu sarapan pagi bagi semua warga sekolah. Setiap pagi lagu ini diperdengarkan kepada semua warga sekolah melalui pengeras suara.  Penasaran dengan jingle lagu “Daur Ulang Sampah”? Simak videonya berikut ini di channel Youtube SD Negeri Karanganyar 1.



Untuk liik lagunya bisa di simak disini.
Lirik Lagu “Daur Ulang Sampah”

Saturday, January 19, 2019

Piket Kebersihan Kelas Berdampak Positif bagi Lingkungan Sekolah dan Karakter Siswa di SD Negeri Karanganyar 1

Siswa Kelas 6 SD Negeri Karanganyar 1 Melaksanakan Piket Kebersihan Kelas
di Halaman Depan Kelas, Sabtu 19/01/2019
Kebersihan sekolah menjadi tanggung jawab sekolah. Sekolah yang bersih akan membuat warga sekolah nyaman dalam belajar. Di samping itu, sekolah yang bersih akan menghindarkan datangnya penyakit.

Oleh karena itu, lingkungan sekolah harus dibersihakan secara berkala. Begitu juga dengan lingkungan kelas, juga harus dibersihkan secara rutin.

Membiasakan siswa untuk hidup sehat dan bersih dalam lingkungan sekolah salah satunya bisa dilakukan dengan cara piket kelas. Kegiatan piket bisa dilakukan setiap hari ketika pagi hari sebelum pembelajaran dimulai atau siang hari setelah pembelajaran usai.

Setiap siswa bertugas untuk membersihkan ruang kelas dan halaman kelas seperti menyapu, menghapus papan tulis, mengambil buku di perpustakaan, menata ruang kelas agar tetap rapi, menyiram bunga dan tanaman di taman kelas, membersihkan kaca dan jendela, bahkan sampai mengepel.

Selain membuat lingkungan kelas menjadi bersih dan bebas sampah, piket keebrsihan kelas memberikan manfaat lain yang tak kalah penting. Inilah manfaat lain membiasakan piket kebersihan kelas pada siswa.

Melatih Tanggung Jawab Siswa
Rasa tanggung jawab akan tumbuh setelah siswa diberi kewajiban untuk piket kelas. Adanya piket kelas mengharuskan siswa untuk melakukan kewajibannya. Siswa hanya bertugas piket seminggu sekali, dan kegiatan tersebut berulang selama satu semeser. Semester kedua tugas piket bisa di-rolling. Ketika ada salah satu siswa yang tidak melakukan tugasnya untuk piket maka teman yang lain dalam kelompoknya akan mengingatkan. Kebiasaan itu lama-lama akan tumbuh menjadi sebuah tangung jawab. Contoh lain ketika kondisi kelas terlihat kotor, maka siswa yang piket pada hari itu akan bertugas untuk membersihkan kelas.

Melatih Kedisiplinan Siswa
Sikap disiplin siswa akan tumbuh dengan sendirinya melalui rutinitas piket kebersihan kelas. Siswa yang tergabung dalam regu piket kebersihan kelas tentu akan berusaha berangkat lebih pagi agar bisa segera sampai di sekolah dan melaksakan kewajibannya sebagai anggota regu piket kebersihan kelas. Tentu hal ini secara tidak langsung akan melatih kedisiplinan siswa.

Melatih Kejujuran Siswa
Kejujuran bisa dilatih melalui kegiatan piket kelas. Ketika anak mendapatkan tugas untuk membersihkan kelas seminggu sekali, maka kejujuran itu akan tumbuh dengan sendirinya. Sudah melakukan kebersihan kelas atau belum, ketika dilihat atau tanpa dilihat teman-temannya dan gurunya. Melatih sifat jujur melalui pembiasaan baik seperti piket akan baik jika dilakukan secara rutin.

Melatih Sikap Toleransi antar Siswa
Sikap toleransi ternyata juga bisa tumbuh dari kebiasaan piket kelas. Hal ini bisa terlihat ketika piket dilakukan setelah jam pelajaran usai. Siswa yang bertugas membersihkan kelas akan bergantian dan saling menunggu teman yang lain. Pekerjaan membersihkan kelas menjadi tanggung jawab bersama, selama belum bersih siswa akan saling menunggu sampai kelas terlihat bersih dan rapi.

Friday, January 18, 2019

SD Negeri Karanganyar 1 Mendirikan Bank Sampah Sekolah Untuk Mengatasai Masalah Sampah di Sekolah

Permasalahan sampah sudah menjadi permasalahan umum di lingkungan kita, tak terkecuali di lingkungan sekolah. Apalagi sekolah sebagai tempat berkumpulnya banyak orang dapat menjadi penghasil sampah terbesar selain pasar, rumah tangga, restoran, perkantoran atau tempat-tempat umum lainnya.

Sampah yang menumpuk terlalu banyak tanpa ada pengelolaan yang baik akan menimbulkan dampak negative bagi sekolah seperti sumber penyakit dan merusak keindahan. Meski hasil penelitian dan penemuan tentang manfaat sampah telah banyak diungkapkan, namun dalam kenyataan sehari-hari, masih banyak sampah yang terabaikan dan dilihat sebagai satu materi yang sudah tidak memiliki kegunaan.

Oleh karena itu, SD Negeri Karanganyar 1 sebagai sekolah adiwiyata mendirikan Bank Sampah Sekolah untuk mengatasi permasalahan sampah di sekolah. Bank Sampah Sekolah yang didirikan diberi nama Bank Sampah Berkah. Diharapkan dengan adanya Bank Sampah Berkah ini sampah-sampah yang awalnya dipandang sebelah mata dapat membawa berkah bagi semua warga sekolah.

Rapat Pembentukan Tim Pengelola Bank Sampah Berkah
SD Negeri Karanganyar 1 14/07/2018

Seperti diketahui bersama bahwa Bank Sampah adalah suatu sistem pengolahan sampah kering secara kolektif dengan menampung, memiliah, dan menyalurkan sampah bernilai ekonomi sehingga keuntungan ekonomi dari menabung sampah. Dengan demikian sampah yang disetorkan oleh warga sekolah harus dipilah terlebih dahulu.

Kepala SD Negeri Karanganyar 1, Jumiatun, S.Pd., M.Si, mengatakan bahwa keberadaan Bank Sampah di sekolah sangat penting dan akan memberikan manfaat yang positif bagi warga sekolah. Oleh karena itu, beliau meminta dukungan semua pihak untuk mengembangkan Bank Sampah Berkah di SD Negeri Karanganyar 1.

“Pendirian Bank Sampah di sekolah sangat penting guna mendidik semua warga sekolah, terutama para siswa. Hal ini dikarenakan sebagai lembaga pendidikan formal, sekolah harus dapat membentuk insan-insan yang bersikap dan berperilaku peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar. Bank Sampah ini juga merupakan perwujudan kampanye 3R di sekolah yaitu Reduce, Reuse dan Recycle. Program 3R ini merupakan salah satu program sekolah adiwiyata. Sistem pemanfaatan sampah melalui Bank Sampah akan memberikan keuntungan kepada semua pihak”, ungkapnya.

Untuk menjalankan Bank Sampah Berkah di SD Negeri Karanganyar 1, kepala sekolah juga telah menetapkan SK Tim Pengelola Bank Sampah dalam rangka mewujudkan pendidikan yang peduli dan  berbudaya lingkungan di SD Negeri Karanganyar 1. Tim Pengelola Bank Sampah Berkah SD Negeri Karanganyar 1 adalah sebagai berikut :


Thursday, January 17, 2019

SD Negeri Karanganyar 1 Terima Bantuan Tempat Sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak

Bantuan 10 Set Tempat Sampah dan 2 Komposter
dari Dinas Lingkungan Hidup Kab. Demak 15/09/2018
SD Negeri Karanganyar 1 memperoleh bantuan 10 set tempat sampah dan 2 composter dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak. Pemberian bantuan ini sebagai tindak lanjut dari proposal permohonan bantuan tempat sampah dan composter yang diajukan oleh SD Negeri Karanganyar 1.
Kini, sebanyak 10 set tempat sampah dan 2 composter tersebut siap dioperasionalkan di sekolah.

Kepala SD Negeri Karanganyar 1, Jumiatun, S.Pd., M.Si. mengatakan, pihak sekolah mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak yang telah memberikan bantuan tempat sampah dan composter yang sangat dibutuhkan oleh sekolah dalam mengatasai permasalahan sampah.

“10 set tempat sampah dan 2 composter yang kami terima, secara tidak langsung mengajarkan kepada warga sekolah untuk dapat membedakan dan memilah sampah organik dan anorganik baik yang bisa didaur ulang maupun tidak. Disamping itu adanya komposter, maka sekolah dapat mengolah organik menjadi kompos yang bisa digunakan sebagai pupuk”, ungkapnya.

Bantuan 10 Set Tempat Sampah dan 2 Komposter dari Dinas Lingkungan Hidup Kab. Demak
Diangkut Menggunakan Colt 15/09/2018
Menurutnya, kemajuan pendidikan memerlukan dukungan ketersedian sarana dan prasarana pendidikan yang nyaman, aman dan bersih sehingga tercipta suasana lingkungan belajar yang sehat dan seimbang serta mendukung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Sejalan dengan jiwa otonom dan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah harus memiliki daya dukung yang meliputi tenaga kependidikan, sarana dan prasarana pendidikan, situasi dan kondisi memadai sebagai penunjang strategi pembelajaran dan pelaksanaan evaluasi hasil belajar.

Beliau menambahkan bahwa dengan adanya bantuan tempat sampah dan komposter ini diharapkan dapat menciptakan sarana pendidikan yang mendukung pencapaian tujuan pendidikan di SD Negeri Karanganyar 1 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak. Harapan lainnya yaitu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, tenang, dan aman demi kelacaran dan kemudahan dalam proses pembelajaran dan Mendukung pencapaian visi dan misi sekolah yang berwawasan lingkungan

Sementara itu salah satu siswa SD Negeri Karanganyar 1, Indriana Fitriani mengaku senang dengan adanya tempat sampah baru yang sudah dibedakan antara sampah organik dan daur ulang.

“Senang sekali ya ada tempat sampah baru di depan kelas kami. Tempat sampahnya sudah dibedakan untuk sampah organik untuk daun, sisa makanan dan kulit buah, terus ada lagi tempat sampah untuk daur ulang kartas, kardus, koran dan tempat sampah untuk daur ulang sampah berupa botol, plastik, dan kaleng. Jadi tidak asal buang.

Dengan adanya bantuan tempat sampah organik dan non-organik ini diharapakan dapat memberikan motivasi kepada seluruh warga sekolah agar memiliki kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Keberadaan tempat sampah dan komposter ini dapat mendukung SD Negeri Karanganyar 1 sebagai sekolah adiwiyata.

Friday, December 14, 2018

SD Negeri Karanganyar 1 Raih Predikat Terbaik I Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Demak Tahun 2018

Jumiatun, S.Pd., M.Si., Kepala SD Negeri Karanganyar 1 (Pojok Kiri) Menerima Surat Keputusan Penetapan Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabuten Demak tahun 2018 tanggal 21 November 2018
SD Negeri Karanganyar 1 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak meraih penghargaan terbaik I Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Demak tahun 2018. Keputusan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak tanggal 21 November 2018 bersamaan dengan kegiatan sosialisasi Program Adiwiyata di Kabupaten Demak.

Atas penghargaan tersebut, SD Negeri Karanganyar 1 berkesempatan untuk menjadi Sekolah Adiwiyata Tingkat Propinsi Jawa Tengah yang rencana penilaiannya akan di selenggarakan bulan Maret tahun 2019.

Beberapa stakeholder pendidikan di Kecamatan Karanganyar memberikan apresiasi terhadap pencapaian SD Negeri Karanganyar 1 sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Demak tahun 2018. Drs. Nasirun, MM., selaku Kepala UPTD Dikbud Kecamatan Karanganyar secara khusus mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi yang luar biasa kepada SD Negeri Karanganyar 1.

“Ini sungguh suatu prestasi yang membanggakan bagi SD Negeri Karanganyar 1. Saya pribadi sudah memprediksi bahwa SD Negeri Karanganyar 1 akan mampu meriah Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Demak di tahun 2018 ini. Harapan saya SD Negeri Karanganyar 1 bisa mengikuti prestasi SD Negeri Wonorejo 2 yang sudah meraih predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Propinsi Jawa Tengah,” kata Drs. Nasirun, MM.

Pada kesempatan yang lain, Agus Sudiarto selaku Kepala Desa Karanganyar mengucapkan terima kasih kepada SD Negeri Karanganyar 1 yang telah mengharumkan nama desa Karanganyar dengan menjadi Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Demak.

“Saya ucapkan terima kasih kepada SD Negeri Karanganyar 1 yang telah mengharumkan nama desa Karanganyar. Saya berharap SD Negeri Karanganyar 1 selalu konsisten memberikan prestasi-prestasi terbaiknya. Pemerintah Desa Karanganyar akan selalu mendukung program kegiatan Adiwiyata SD Negeri Karanganyar 1,” ucapnya.

Sementara itu, Jumiatun, S.Pd., M.Si., selaku kepala SD Negeri Karanganyar 1 mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak atas pencapaian presatsi sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Demak tahun 2018.

“Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah mendukung SD Negeri Karanganyar 1 baik secara material dan non material sehingga bisa meraih predikat terbaik I Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Demak tahun 2018. Kami akan berusaha mempertahankan prestasi yang telah dicapai oleh sekolah. Kami juga akan mempersiapkan diri dengan baik untuk menyambut penilaian Calon Sekolah Adiwiyata Tingkat Propinsi Jawa Tengah Tahun 2019 nanti,” ujarnya.

Dalam rangka pelestarian lingkungan, keterlibatan semua komponen masysrakat mutlak diperlukan. Dukungan serta peran serta dalam upaya pemeliharaan sumber daya alam di Bumi haruslah serius karena pemanasan global sudah berlangsung. Adiwiyata merupakan program yang secara garis besar bertujuan untuk mengubah karakter warga sekolah menjadi peduli, berwawasan dan berbudaya lingkungan.

Tuesday, April 17, 2018

SD Negeri Karanganyar 1 Menyelenggarakan 4 Bidang Program PPLH

Tempat Cuci Tangan: Salah Satu Sarana Pendukung Ramah Lingkungan
Dalam rangka pelestarian lingkungan, keterlibatan semua komponen masysrakat mutlak diperlukan. Dukungan serta peran serta dalam upaya pemeliharaan sumber daya alam di Bumi haruslah serius karena pemanasa global sudah berlangsung. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup sejak tahun 2005 membuat suatu program yang berorientasi pada pendidikan lingkungan, yakni Adiwiyata.

Adiwiyata merupakan program yang secara garis besar bertujuan untuk mengubah karakter warga sekolah menjadi peduli, berwawasan dan berbudaya lingkungan. Dalam rangka ikut mensukseskan program tersebut, SD Negeri Karanganyar 1 memiliki program yang berwawasan lingkungan guna tercapaianya sekolah yang adiwiyata. Program tersebut meliputi :

1. Pengembangan Kebijakan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan
Program ini berkaitan dengan pengintegrasian pendidikan lingkungan hidup pada dokumen kurikulum sekolah, mulai dari visi, misi dan tujuan sekolah serta struktur dan muatan kurikulum. Secara lengkap, program ini tersusun dalam masterplan rencana kegiatan program adiwiyata sekolah.

2. Pengembangan kurikulum berbasis lingkungan hidup
Program ini berkaitan dengan pengintegrasian pendidikan lingkungan hidup pada mata pelajaran dengan mengedepankan pada isu-isu nasional maupun global. Program ini juga mengupayakan penggunaan dan pemanfaatan sumber belajar tentang lingkungan hidup dalam kegiatan belajar mengajar secara indor maupun outdor. Program ini juga menjadikan pendidikan lingkungan hidup disampaikan kepada siswa mellaui muatan lokal pendiidikan lingkungan hidup dan juga diintegraskan pada kegiata ekstra kurkuler dan pembiasan rutin maupun terprogram.

3. Pengembangan Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif
Program kegiatan ini berupa upaya-upaya untuk melibatkan semua warga sekolah untuk mendukung pembiasaan perilaku berbudaya lingkungan hidup melalui kegiata ekstrakurikuler atau kegiatan-kegiatan lain yang melibatkan warga masyarakat, komite dan stakeholder pendidikan di wilayah SD Negeri Karanganyar 1

4.Pengembangan dan atau Pengelolaan Sarana Pendukung Sekolah yang ramah Lingkungan
Program kegiatan ini berupala berbagai kegiatan yang mendorong penggunaan dan pengelolaan sarana prasarana sebagai media pembelajaran lingkungan hidup seperti penanaman pohon penghijauan, pengelolaan sampah dan pengaturan ventilasi sekolah.

Untuk mewujudkan program-program tersebut, SD Negeri Karanganyar 1 mengharap dukungan semua stakeholder.

Thursday, March 15, 2018

SD Negeri Karanganyar 1 Siap Menjadi Sekolah Adiwiyata Kabupaten Demak Tahun 2018

Siswa SD Karanganyar 1 Memanfaatkan Taman dan Gazebo
Salah satu program dari Kementerian Lingkungan Hidup adalah program Adiwiyata. Program tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata.

Program Adiwiyata adalah program untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Dengan adanya program tersebut, harapannya akan muncul sekolah-sekolah Adiwiyata yang berwawasan lingkungan. Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.

Program Adiwiyata dilaksanakan berdasarkan prinsip edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan. Sementara itu komponen Program Adiwiyata terdiri dari beberapa aspek sebagai berikut

  1. aspek kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan;
  2. aspek kurikulum sekolah berbasis lingkungan;
  3. aspek kegiatan sekolah berbasis partisipatif; dan
  4. aspek pengelolaan sarana dan prasarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan

Tahun 2018 ini, sebagai salah satu lembaga penyelenggaran pendidikan di wilayah kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak berkesempatan untuk mengusulkan diri menjadi Calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten. Hal ini dimaksudkan untuk ikut mensukseskan program Adiwiyata Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup yang bekerja sama dengan beberapa Kementerian Lainnya, termasuk dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Stand Expo SD Karanganyar 1 dalam rangka Kampanya Program 3R
Sebagai langkah awal, SD Karanganyar 1 sudah mempersiapkan beberapa dokumen awal sebagai pendukung seleksi Calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten Demak tahun 2018 ini. Tim Pengembang Kurikulum SD Karanganyar 1 sudah melakukan review kurikulum untuk disesuaikan dengan program PPLH dalam Adiwiyata. Selain itu, Tim Pengembang Kurikulum juga sudah mengkaji dan memperbaharui visi dan misi sekolah terkait dengan program pendidikan berwawasan lingkungan.

Dari segi anggaran, Tim Penyusun RKAS juga sudah melakukan Rapat Review RKAS Perubahan guna kepentingan berbagai anggaran dan kegiatan yang terkait dengan program Adiwiyata, yaitu dengan menganggarkan lebih dari 20% anggaran sekolah untuk kegiatan-kegiatan yang mendukung pelaksanaan program pendidikan berbasis lingkungan.
Lingkungan Sekolah yang Hijau dan Asri akan Membuat Siswa Nyaman Belajar
Program Adiwiyata ini juga sudah disosialisasikan kepada semua warga sekolah. Ketua Komite Sekolah sebagai tangan panjang wali murid menyatakan dukungan terhadap program Adiwiyata yang dijalankan oleh sekolah. “Pada dasarnya kami sangat mendukung apa yang menjadi kebijakan sekolah selama itu positif dan memberikan dampak yang baik terhadap warga sekolah,” kata Noor Choliq, selaku Ketua Komite SD Karanganyar 1.

Sementara itu, Jumiatun, S.Pd, M.Si selaku kepala SD Karanganyar 1 berkata “Program Adiwiyata ini adalah program yang tidak instan namun berkelanjutan, berkesinambungan, apa yang kurang kemudian disempurnakan sehingga bisa menjadi sekolah adiwiyata nasional bahkan adiwiyata mandiri. Oleh karena itu kami membutuhkan dukungan semua pihak.”